Urbanesia
Login | Register
Cari Disini »
Location Near ...

Events

PAMERAN & Workshop KERAMIK

PAMERAN & Workshop KERAMIK

Date/Time:
Wednesday-Wednesday, 15-29 February 2012 09:30-18:00
Thursday-Wednesday, 01-14 March 2012 09:30-18:00

Address:
Gedung Summitmas I
Jl. Jendral Sudirman Kav 61-62
Senayan
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
DKI Jakarta

Description:
PAMERAN & Workshop KERAMIK

“The Ritual of Absence/Presence”

Workshop & Pameran Keramik karya ENDANG LESTARI

di Galeri Mini JF Gd.Summitmas I lt. 2 Jl. Jend.Sudirman kav.61-62 Jakarta Selatan

PEMBUKAAN : Selasa, 14 Februari 2012 pk. 19:30 Terbuka untuk UMUM. Tanpa tanda masuk.

PAMERAN : 15 Februari -14 Maret 2012 pk.09:30-18:00 (Senin-Jumat) Sabtu-Minggu TUTUP. kecuali Sabtu,18 Februari&3 Maret 2012 ( BUKA pk. 09:00-12:30) Terbuka untuk UMUM. GRATIS

WORKSHOP : Rabu, 15 Februari 2012 pk.13:00-16:00 di Lobby Hall JF.

Jumlah peserta max.35 orang

Usia >16 th. tidak membawa serta anak-anak.

Membayar biaya penggantian bahan Rp.60,000,- saat pendaftaran.

Pendaftaran mulai tanggal 1-10 Februari 2012 (Senin-Jumat) ; pk.09:00-12:00

dan pk. 14:00-16:30

Pendaftaran boleh diwakilkan, tetapi tidak melalui e-mail / telepon.

info : Puput (021-520-1266)

Karya-karya keramik ini dibuat untuk mengenang memori residensiku selama 2,5 bulan di Jepang. Ritual makan bersama dengan berbagai menu yang belum pernah aku cicipi menjadi momen perjumpaan pertamaku dengan apa yang dibayangkan tentang apa itu Jepang. Ritual itu ternyata menjadi kebiasaan sehari-hari kami hingga akhir dari masa residensiku. Aku mengamati bagaimana orang-orang di Jepang menempatkan ritual makan begitu istimewa.

Disana kami makan dengan menggunakan sumpit. Sumpit dipakai tidak untuk menusuk atau memotong makanan. Berbeda dengan garpu dan pisau seperti budaya makan di Barat. Makanan tidak diperlakukan sebagai “korban kekerasan”. Pengalamanku dalam ritual makan itu melontarkan aku kedalam pengalaman kehadiran dan ketidakhadiran. Menu makanan dengan berbagai atributnya itu adalah sebuah bahasa dengan kehadirannya yang nyata dan terlihat: bahasa objek, bukan bahasa lisan maupun tulis. Berbagai jenis dan menu makanan menghadirkan ritualnya, salah satunya lahir ritual perayaan.

Aku menikmati kehadiranku ditengah-tengah orang Jepang yang senang melakukan perayaaan, semisal ada teman yang merayakan tungku pembakaran keramik baru, dimana setiap orang akan datang membawa berbagai macam hadiah, makanan dan minuman, dan menikmati kebersamaan dalam obrolan, kepulan asap bebakaran dan kembang api. Waktu berlalu dan tidak mungkin untuk menghadirkan suasana itu kembali. Yang bisa kulakukan adalah mengeksplorasi ketidakhadiran ritus itu, membangkitkannya lagi dengan menggubah dan menyusun objek-objek ritual makan itu kembali kedalam tujuh objek keramik dalam format instalasi. Selebihnya aku membiarkan mereka berbicara dengan bahasanya sendiri, disini.

Kirim Komentar


City Directory
Urban's Note
Events
Promos
UrPoint Store
Back to Top Back to Top
  • Tentang Urbanesia
  • Terms & Conditions
  • Versi Desktop
  • © 2009 - 2012 PT. Ayoklik Indonesia
  • Network of Kompas.com (Kompas Cyber Media)